Kota Ini Bagi-Bagi Diskon SIM, Pengemudi Nakal Dipalak Mahal
- Pixabay/Johnny_px
Jateng – Para pengemudi di Quebec, Kanada, kini memiliki peluang besar untuk berhemat hanya dengan menjaga perilaku berkendara mereka. Seperti dilaporkan Carscoops pada Jumat (5/12/2025) yang dikutip dari Antara, mulai tahun 2026 Société de l’assurance automobile du Québec (SAAQ) akan memberikan potongan biaya signifikan bagi pemilik lisensi mengemudi (di Indonesia dikenal dengan SIM dengan rekam jejak mengemudi yang bersih.
SAAQ—lembaga yang menangani keselamatan jalan, perizinan, pendaftaran kendaraan, serta asuransi mobil publik di Provinsi Quebec—menjelaskan bahwa insentif tersebut diberikan khusus untuk pemegang lisensi Kelas 5. Mereka yang tidak memiliki pelanggaran hanya perlu membayar 50,23 dolar AS (sekitar Rp837 ribu), jauh lebih rendah dari estimasi sebelumnya, yakni 121 dolar AS (sekitar Rp2 juta). Sebaliknya, pengemudi yang memiliki catatan pelanggaran justru harus membayar lebih mahal.
Kebijakan pengurangan biaya ini bisa diberikan berkat keuangan Fonds d’assurance automobile du Québec yang menunjukkan performa sangat kuat. Surplus berhasil terkumpul karena menurunnya jumlah korban kecelakaan serta tingginya hasil investasi.
Menurut SAAQ, cedera akibat kecelakaan lalu lintas terus menurun sejak 2020, terutama selama pandemi ketika pola berkendara berubah dan jumlah tabrakan berkurang drastis. Dampaknya, tahun depan hampir 462 juta dolar AS (sekitar Rp7,6 triliun) diperkirakan tetap berada di kantong warga Quebec.
Selama empat tahun terakhir, pengemudi dengan catatan bersih bahkan menikmati masa “libur pembayaran penuh”, hanya membayar biaya administrasi dasar saat memperpanjang lisensi. Tahun depan pun demikian: mereka yang memiliki nol poin pelanggaran kembali cukup membayar 50,23 dolar AS. Tarif rendah ini hanya berlaku bagi pemilik kategori keselamatan terbaik.
Untuk pengemudi dengan pelanggaran, biaya perpanjangan naik tajam mengikuti jumlah poin yang dimiliki. Setelah diskon sekalipun, mereka yang memiliki satu hingga tiga poin harus membayar 121,84 dolar AS (sekitar Rp2 juta). Sedangkan pengemudi dengan 15 poin atau lebih harus menyiapkan 603,06 dolar AS (sekitar Rp10 juta), atau 12 kali lipat dibandingkan biaya pengemudi dengan catatan bersih.