PKB Jateng Laporkan Kinerja ke PWNU
- Istimewa
Jateng – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah melaporkan hasil kinerjanya kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng. Acara silaturahmi digelar di Pondok Pesantren Al-Itqon, Kota Semarang, Minggu (23/3) sore.
Hadir Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori beserta para pengurus dan anggota DPRD Jateng. Hadir pula Ketua PWNU Jateng KH Abdul Ghofar Rozin dan jajaran pengurus, serta Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh.
KH M Yusuf Chudlori mengatakan agenda sowan ini dalam rangka melanjutkan tradisi yang sudah terbangun sejak lama. Silaturahmi ini sekaligus untuk menerima berbagai masukan.
"Ini untuk semakin merekatkan. Rekatkan hubungan dhohir dan batin PKB dan NU. Dalam hal ini PWNU Jawa Tengah," ujarnya.
PKB, katanya, selalu merasa punya panggilan dan tanggungjawab terkait apa yang sudah dilakukan dan sudah diperjuangkan kader-kader PKB di jalan politik kepada NU. "Alhamdulillah Jawa Tengah kondusif. Maturnuwun mbah Ubaid, Gus Rozin dan PCNU se-Jawa Tengah," ungkap sosok yang akrab disapa Gus Yusuf ini.
Gus Yusuf pun melaporkan bahwa kursi PKB d DPRD Jateng masih bertahan di angka 20. Namun kursi PKB di kabupaten/kota bertambah. "Kita punya 11 ketua DPRD di kabupaten/kota. Artinya sebaga pemenang. Ini capaian yang luar biasa," sebutnya. Terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, kata Gus Yusuf, sebanyak 4 kader terpilih sebagai bupati. Sebelumnya hanya 2.
"Kemudian untuk wakil ada 10, di mana dulu 4. Semuanya siap berkidmah pada NU," terangnya. PKB, jelas Gus Yusuf, juga terus mengawal keberadaan peraturan daerah (perda) pesantren. Saat ini sudah sampai tahapan rancangan peraturan gubernur (Rapergub).
"Rapergub sudah siap. Tinggal tanda tangan gubernur. Artinya afirmasi kita terhadap pesantren baik berupa bantuan atau politik anggaran sudah masuk RPJMD Jateng," jelasnya. Meski demikian, hal ini tetap membutuhkan pengawalan.
"Termasuk tentunya dari NU sendiri," katanya. Sementara itu, KH Abdul Ghofar Rozin menyebut, ini merupakan majlis yang merekatkan warga NU yang di jamiyah maupun partai. Dengan komunikasi yang instens dia berharap, gagasan NU dibawa ke level di ranah politik sehingga kehadiran sebagai jamaah maupun jamiyah semakin terasa. "Komunikasi yang produktif, komunikasi yang solutif," ujarnya.
Adapun KH Ubaidillah Shodaqoh menyatakan dirinya hanya merupakan tuan rumah. Namun dia menerangkan bahwa pertemuan PKB dengan PWNU rutin digelar. "Ini sudah tradisi, adakan pertemuan bersama. Tidak hanya buka puasa di bulan Ramadan. Kami juga aktif koordinasi dengan PKB," jelasnya.