Bapokting Aman, Masyarakat Jangan Panic Buying
- Istimewa.
Kegiatan seperti pasar murah atau Bazar Ramadan telah digelar di beberapa daerah, misalnya Semarang, Kudus, Demak, Wonogiri, dan beberapa titik Kantor Pos di Jawa Tengah. Dalam hal ini, PT Pos Indonesia menjadi inisiator program operasi pasar bekerjasama dengan ID Food, Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Ada 1.050 titik gerai Pos Indonesia yang mengadakan pasar murah untuk menyediakan kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat dengan harga terjangkau. Rencananya, gerai ini akan beroperasi hingga lebaran.
Beberapa kebutuhan seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang merah, dan bawang putih terpantau sudah mengalami kenaikan sejak awal Ramadan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melakukan sidak pasar untuk memastikan harga dan stok bapokting aman. Agenda ini merupakan salah satu bidang penanganan di Komisi B DPRD Jawa Tengah yang bertanggung jawab pada sektor perindustrian, perdagangan, pertanian, serta ketahanan pangan dan logistik. Sidak pasar tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan harga pasar dan stok bahan pokok. Adanya perhatian dari DPRD, masyarakat merasa terbantu. Kenaikan harga yang terjadi dinilai masih wajar dan ketersediaan komoditas juga masih mencukupi hingga lebaran. Mereka berharap pemerintah terus melakukan upaya pengendalian agar tidak membebani perekonomian rumah tangga.
Upaya sidak juga dilakukan oleh Pemprov Jateng bersama Dinas Ketahanan Pangan untuk melakukan pemantauan di beberapa pasar. Sidak ini dilakukan setiap pekan di daerah yang berbeda-beda dan akan berlangsung sampai 29 Maret 2025. Bila ditemukan komoditas yang mengalami kenaikan tinggi, pemerintah akan memberikan subsidi untuk menstabilkan harga. Dengan demikian, penyaluran subsidi bisa menjaga daya beli masyarakat.
Nantinya, bapokting tersebut akan dijual dengan harga lebih murah. Misalnya beras, akan dijual hanya Rp 11.000 per-kilogram, minyak goreng Rp 14.000 per-liter, dan cabai kemasan 250 gram Rp 15.000.
Terkait inflasi, melansir dari Portal Berita Pemprov Jawa Tengah, Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Jateng menerapkan strategi untuk menekan harga komoditas dan mengantisipasi kelangkaan. Hal ini dilakukan dengan menggandeng pihak kepolisian untuk memantau bila ada penimbunan stok bahan pokok. Koordinasi dengan aparat penegak hukum juga berfungsi untuk mengawasi proses distribusi barang agar tidak terganggu. Biasanya, pada fase menjelang idul fitri, sekitar tujuh sampai tiga hari sebelum lebaran, proses distribusi banyak mengalami hambatan yang disebabkan arus mudik lebaran.
Upaya penanganan inflasi juga dilakukan melalui kerja sama dengan mengoptimalkan BUMD dan menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak menjelang Hari Besar keagamaan Nasional (HBKN). Pemerintah juga berupaya untuk mengembangkan rantai pasok.
Dengan beberapa upaya yang telah disebutkan, Setya Arinugroho mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying. Komunikasi ini dilakukan secara transparan kepada masyarakat terkait ketersediaan pasokan bahan pokok. Pihaknya turut menginformasikan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stok tetap aman. Oleh karena itu, masyarakat hanya perlu membeli kebutuhan secukupnya.