Kudus Punya Jembatan Santri, Apa itu?

Jembatan Santri di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota Kudus.
Sumber :
  • (Diskominfo Jateng)

Kudus –  Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Sabtu (15/11/2025) lalu meresmikan Jembatan Santri, yang menghubungkan Dukuh Sunggingan dan Dukuh Jetak Kembang di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota Kudus.

img_title Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Bupati Sam’ani Intakoris menegaskan, jembatan ini bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga simpul pergerakan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.

"Jembatan ini diberi nama Jembatan Santri karena mayoritas yang lewat adalah santri. Semoga jembatan ini membawa manfaat untuk masyarakat, baik itu membawa dampak ekonomi, sosial, maupun budaya," ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris seperti dikutip dari situs Jatengprov.go.id, Selasa (19/11/2025).

img_title Serap Aspirasi di Desa Waru, Anggota DPRD Jateng Soroti Kesetaraan Lapangan Kerja bagi Disabilitas

Pada kesempatan itu, bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan Sungai Gelis.

"Kami mohon warga Sunggingan dan juga yang berada di sekitar Sungai Gelis, jangan buang sampah ke sungai. Jadi tanggung jawab kita bersama, pak lurah dan pak kades, edukasi ke warganya agar jangan buang sampah ke sungai," tegas  Sam’ani Intakoris.

img_title Jadikan Orientasi Sektor Pembangunan Pariwisata ke Arah Ekonomi Warga

Lurah Sunggingan, Rikho Mahardika Gautama, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut dibiayai APBD dan dikerjakan sejak 11 Agustus hingga 23 Oktober 2025.

"Jembatan gantung atau jembatan santri ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp460.927.747, dengan spesifikasi panjang 24 meter dan lebar 1,5 meter," jelas Lurah Rikho.

Lurah Rikho menyebut, dengan diresmikannya Jembatan Santri, masyarakat Sunggingan dan Jetak Kembang kini memiliki akses yang lebih layak dan lebih aman.

"Kehadiran jembatan ini membuat mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan efisien, warga tidak perlu lagi memutar lewat Jembatan Ploso atau pun Demangan. Anak-anak sekolah kini dapat melintas dengan aman tanpa harus menggunakan jembatan bambu," pungkas Lurah Rikho.

Warga Kelurahan Sunggingan, Roza Amelia Uswatun Chasanah merasa bersyukur atas hadirnya jembatan baru ini.

"Sebagai warga, saya sangat senang dengan dibangunnya jembatan ini, karena dapat mempersingkat jarak tempuh sehingga mobilitas kami menjadi lebih efisien," ungkap Roza.