3.148 Jabatan Perangkat Desa Kosong, Ini Penyebabnya

aparatur desa di Kabupaten Kendal harus netral di pilkada
Sumber :

Jateng – Kekosongan jabatan perangkat desa di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Berdasarkan catatan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Kepencatatan Sipil (Dispermendesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah jumlah kekosongan mencapai 3.148 dari 5.245 jabatan.

img_title Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Ari Nugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

Namun belum ada pembukaan lowongan karena menunggu regulasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Yang kosong itu 3.148 dari 5.245 jabatan perangkat Desa di Jawa Tengah. Kebanyakan karena sudah pensiun,” ujar Nadi Santoso Kepala Dispermendesdukcapil Jawa Tengah.

img_title Sarif Kakung Minta Pemda Perkuat Koordinasi dan Komunikasi Penetapan Lahan Sawah Dilindungi

Namun, proses pengisian perangkat desa saat ini masih tertahan karena regulasi turunan yang belum terbit. Narasumber menjelaskan, kewenangan pengangkatan perangkat desa pada dasarnya ada di tingkat desa, tetapi tetap memerlukan persetujuan pihak terkait.

“Itu memang menjadi kewenangan desa atas persetujuan camat dan bupati,” ucapnya.

img_title 2.681 Perpustakaan di Jateng Sudah Terakreditasi

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah kabupaten/kota belum bisa melangkah jauh karena masih menunggu Peraturan Pemerintah (PP) menyusul perubahan Undang-Undang Desa.

“Sekarang ini kabupaten itu menunggu PP karena ada kemarin perubahan di undang-undang desa, dan sampai sekarang PP yang mengatur pengangkatan perangkat desa itu belum turun,” tegasnya.

Terkait dampak kekosongan perangkat desa terhadap pelayanan dan pembangunan desa, narasumber menyebut layanan publik tetap berjalan karena ada mekanisme penunjukan pejabat sementara.

“Sebenarnya ketika kosong ada mekanismenya untuk sementara di semacam PJ atau PLT atau PLH. Ya, pelayanan publik kan tetap ada,” ujarnya.