Pegawai Pajak Bursok Anthony Marlon Viral Setelah Protes Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Sri Mulyani dan Busrok Pegawai Pajak Siantar
Sumber :
  • tvonenews.com

JatengBursok Anthony Marlon, seorang pegawai pajak, menjadi viral di media sosial setelah ia mengirimkan pesan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Saat ini, Bursok saat ini menjabat sebagai Kepala Subbag Tata Usaha dan Rumah Tangga di Kanwil DJP Sumatera Utara II.

Terlilit Hutang, Kades di Blora Ini Tilep Uang Dana Desa Ratusan Juta

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir kali dilaporkan pada 9 Februari 2022, Bursok memiliki kekayaan negatif sebesar Rp 989.852.984. Selain itu, ia telah menjabat sebagai Kepala Seksi Bimbingan Pendataan, Penilaian, dan Pengenaan Kanwil DJP Sumatera Utara I sejak tahun 2019.

Dalam garasinya, Bursok memiliki dua alat transportasi dan mesin, yaitu dua unit mobil Toyota Avanza dengan total nilai mencapai Rp 475 juta. Mobil yang dimilikinya adalah Avanza Veloz dan Avanza G.

PSDS Deli Serdang Menang Telak 3-0 atas PSPS Riau dalam Liga 2 2023/2024

Pegawai pajak bernama Bursok Anthony Marlon memiliki harta bergerak senilai Rp 53,4 juta, kas dan setara kas senilai Rp 331,7 juta, dan tidak memiliki surat berharga. Namun, dia memiliki hutang senilai Rp 1,85 miliar sehingga harta kekayaannya yang dilaporkan menjadi minus Rp 989,85 juta.

Setelah protesnya mengenai indikasi kerugian negara hingga triliunan rupiah yang diabaikan, Bursok terbang ke Jakarta untuk memenuhi panggilan dari DJP. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor, mengonfirmasi pemanggilan Bursok untuk menjelaskan pengaduannya lebih lanjut kepada unit kepatuhan internal DJP.

Pengusaha Jusuf Hamka Tagih Utang ke Pemerintah: Mahkamah Agung Putuskan Bayar Rp 400 Miliar

Pengaduan Bursok terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh perusahaan bodong, yaitu PT Antares Payment Method (aplikasi Capital.com) dan PT Beta Akses Vouchers (aplikasi OctaFX), yang melibatkan delapan bank di Indonesia, termasuk BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Sinarmas, Bank Permata, Maybank Indonesia, dan Bank CIMB Niaga. Pengaduannya menjadi viral setelah diabaikan sejak 27 Mei 2021.