Pemerintah Integrasikan Penanganan ODOL dengan Transformasi Logistik Nasional
- Istimewa
Jateng – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa penanganan Over Dimension Over Loading (ODOL) harus menjadi agenda bersama lintas kementerian karena berkaitan langsung dengan keselamatan lalu lintas, efisiensi logistik nasional, hingga upaya dekarbonisasi sektor transportasi.
Dalam Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026, AHY menjelaskan bahwa biaya logistik Indonesia masih mencapai sekitar 14 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju yang berada pada kisaran 8–9 persen. Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya tata kelola angkutan barang, termasuk masih maraknya kendaraan ODOL.
"Kita ingin menurunkan biaya logistik nasional. Namun kendaraan ODOL bukan hanya menyebabkan inefisiensi, tetapi juga sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, korban jiwa, dan kerusakan jalan yang sangat besar," ujar AHY.
Menurut AHY, setiap tahun pemerintah harus mengalokasikan lebih dari Rp40 triliun untuk memperbaiki dan memelihara jalan yang rusak akibat kendaraan bermuatan berlebih. Karena itu, penegakan aturan ODOL harus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor logistik.
"Ketika kita bisa mengurangi ODOL, kita tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga mengurangi angka kecelakaan dan memperpanjang umur infrastruktur jalan. Namun solusi lain juga harus disiapkan, seperti memperkuat angkutan logistik berbasis kereta api dan transportasi maritim," kata AHY.
Ia menegaskan bahwa transformasi sistem logistik nasional harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun alternatif moda angkutan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berdaya saing. Menurut AHY, pembangunan infrastruktur harus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Forum tersebut juga dihadiri Senior Anchor and Director CNN Indonesia Desi Anwar, Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi, para pelaku industri logistik, akademisi, komunitas, serta perwakilan berbagai kementerian yang bersama-sama mendorong percepatan transformasi transportasi menuju sistem yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.