10 Jurus Jitu Olahraga Saat Puasa Agar Tetap Bugar

Ilustrasi olahraga basket.
Sumber :
  • Pixabay/Varun Kulkarni

Jateng – Bulan Ramadan bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Justru dengan pengaturan yang tepat, tubuh tetap bisa bugar dan sehat selama menjalani ibadah puasa. Tapi, bagaimana caranya agar latihan fisik tidak malah bikin lemas atau cedera? Seorang pakar kebugaran membagikan tips jitu yang wajib kamu coba!

img_title Kudus Juara Umum Kejurda X Pagar Nusa, Sarif Ajak Pesilat Tingkatkan Prestasi

Pengaturan diet dan latihan fisik perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadan. Mereka yang rutin berolahraga disarankan untuk menyesuaikan rutinitas latihan dengan fokus untuk menjaga kebugaran selama berpuasa.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Men's Fitness yang dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026), Kepala Personal Training di Virgin Active, Gok Yesodharan, menyampaikan tips-tips berikut untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama berpuasa tanpa memaksakan diri.

img_title Ribuan Orang Ikuti Dieng Caldera Race, Perputaran Uang Diperkirakan Capai Rp 20 M

1. Fokus pada Menjaga, Bukan Meningkatkan

Gok mengemukakan bahwa selama berpuasa latihan olahraga lebih ditujukan untuk mempertahankan, bukan meningkatkan kondisi. Aktivitas yang paling cocok adalah latihan beban dengan intensitas rendah hingga sedang dan kardio LISS (Low-Intensity Steady State) seperti jalan cepat. Jalan dan latihan mobilitas bisa jadi pilihan agar tetap aktif tanpa membebani sistem saraf pusat secara berlebihan.

img_title Turun ke Jalan, Perempuan Bangsa Jateng Bagikan Ribuan Paket Takjil

2. Perhatikan Waktu Latihan

Waktu latihan sangat krusial. Gok merekomendasikan latihan 90 menit sebelum berbuka puasa. Dengan begitu, tubuh bisa langsung mendapat asupan nutrisi setelah latihan. Alternatifnya, latihan bisa dilakukan satu sampai dua jam setelah berbuka puasa atau sebelum sahur.

3. Ganti Latihan Intensitas Tinggi dengan Intensitas Rendah

Gok mengatakan bahwa latihan olahraga dengan intensitas tinggi seperti High-Intensity Interval Training (HIIT) dan latihan plyometrik berat sebaiknya dihindari selama puasa. Menurut dia, jenis latihan ini terlalu membebani sistem saraf pusat dan menyebabkan kehilangan cairan berlebihan melalui keringat.

4. Rencanakan Berbuka dan Sahur dengan Baik

Waktu antara berbuka dan sahur adalah zona pemulihan. Saat berbuka, konsumsilah karbohidrat yang cepat diserap seperti kurma dan banyak air, lalu lanjutkan dengan mengonsumsi sumber protein berkualitas tinggi dan karbohidrat kompleks seperti ayam panggang dan ubi jalar.

Saat sahur, menurut Gok, sebaiknya fokus pada sumber energi yang dilepas perlahan dan lemak sehat. Oatmeal dengan kacang-kacangan, biji-bijian, dan yogurt Yunani sangat baik untuk mendapatkan energi yang bertahan lama.

Halaman Selanjutnya
img_title