Optimalkan Waduk untuk Menghadapi Ancaman Kekeringan

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah
Sumber :
  • Istimewa

Jateng – Keberadaan embung maupun waduk di berbagai daerah di Jawa Tengah harus dioptimalkan dalam menghadapi berbagai ancaman kekeringan di musim kemarau

img_title Waspada, Jateng Catat 615 Kebakaran hingga Agustus

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, upaya ini perlu dilakukan untuk memastikan provinsi ini tetap menjadi salah satu sentra pangan nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Ketersediaan air menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama di daerah yang mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi,” ungkapnya.

img_title Sinergi Asta Cita: 8 Kepala Desa di Demak Bersatu Desak Normalisasi Bendung Barang demi Atasi Kekeringan

Atas dasar itu, kata Kakung, sapaan akrab Sarif, pihaknya meminta pemerintah provinsi atau daerah untuk segera mengambil langkah taktis dengan mengoptimalkan fungsi embung di seluruh daerah guna menjaga ketersediaan air.

“Apalagi, target produksi padi Jateng pada 2026 ini cukup besar yakni mencapai 10,55 juta ton Gabah Kering Giling,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

img_title Sensus Ekonomi 2026 Hampir Selesai, Setya Arinugroho Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Besar

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah

Photo :
  • Istimewa

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan berlangsung pada bulan Juli–September 2026 dengan durasi panjang yang berpotensi berlanjut hingga awal tahun 2027.

Selain embung, kata Kakung, Provinsi Jateng juga memiliki infrastruktur penyangga berupa sekitar 38 waduk yang dikelola pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Meski demikian, optimalisasi embung maupun waduk yang ada harus dilakukan melalui manajemen tata kelola air yang ketat,” terangnya.

Menurut Kakung, pelepasan air dari embung atau waduk harus diatur berbasis data berdasarkan ketersediaan tampungan aktual. 

“Hal ini bertujuan agar cadangan air tidak cepat habis dan cukup memenuhi kebutuhan hingga musim kemarau berakhir,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Kakung berharap, melalui pengelolaan sumber air yang optimal, hasil panen komoditas pangan, hortikultura, maupun perkebunan tetap terjaga.

“Produktivitas petani tidak menurun meski menghadapi musim kemarau,” tegas Kakung.

Kakung pun mendorong pemerintah daerah untuk bergerak aktif mendata wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pasokan air, kemudian ke depan merencanakan pembangunan embung baru secara strategis. 

“Karena keberadaan embung tidak hanya bermanfaat pada satu musim, tetapi mampu memberikan fungsi penting baik saat musim hujan maupun musim kemarau,” tandasnya.