Stop Minum Kopi/Teh Lebih dari Takaran Ini! Risikonya Bukan Cuma Dehidrasi, Cek Batas Aman di Sini
- (KamranAydinov/Freepik)
Jateng – Secangkir kopi atau teh dapat menjadi pilihan bagi beberapa orang untuk menghilangkan rasa kantuk serta untuk mendapatkan energi sebelum memulai hari, atau sebagai minuman penghangat tubuh saat hujan. Namun, mengonsumsi minuman berkafein memiliki sisi negatif.
"Kafein menghambat adenosin, zat kimia otak yang membantu kita rileks, membuat kita merasa waspada untuk sementara waktu. Namun setelah efeknya hilang, tubuh akan lemas, menyebabkan kelelahan mendadak, keinginan untuk ngemil, mudah tersinggung dan kabut obat,"ujar Pelatih Gaya Hidup Nidhi Nahata seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kafein memberikan efek “bangun” yang lebih cepat namun efek sampingnya bertahan jauh lebih lama.
Nidhi mengatakan bahwa selama musim hujan seseorang cenderung minum air lebih sedikit. Sementara kopi dan teh bersifat diuretik, menyebabkan frekuensi buang air kecil lebih sering, kehilangan cairan, dan dehidrasi ringan. Pada akhirnya menyebabkan kembung, kulit kering, sakit kepala, energi rendah, dan pencernaan buruk.
Oleh karena itu, Nidhi merekomendasikan batas asupan harian:
- Kopi: 300–350 ml (sekitar 2 cangkir kecil)
- Teh (hitam/India): 450–500 ml (sekitar 3 cangkir kecil)
- Teh hijau: 300 ml (1–2 cangkir)
- Teh herbal: 500 ml (2–3 cangkir)
Nidhi juga menegaskan peran penting asupan air dan menyebutnya sebagai hal yang tak tergantikan bahkan di musim hujan yakni 2–2,5 liter air setiap hari meskipun tidak merasa haus.