5 Cara Negara Lain Menyeduh Kopi, Nomor 1 Kedengarannya Aneh Tapi Katanya Nikmat Banget
- (KamranAydinov/Freepik)
Jateng – Ngopi sepertinya sudah jadi gaya hidup. Tapi jangan mentok di Americano atau es kopi susu gula aren melulu, dong! Dunia ini luas, dan begitu pula cara orang menikmati si hitam pahit ini.
Beberapa di antaranya bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya. Siap-siap buka pikiran (dan lidah) untuk menyelami 5 cara unik nikmati kopi dari berbagai negara!
Berikut ini sajian unik minuman kopi dari lima negara, merangkum sejumlah sumber, Rabu (21/1/2026):
1. Vietnam: Cà Phê Trứng – Koktail Dessert Berbentuk Kopi
Bayangkan tekstur creamy seperti custard atau tiramisu, tapi rasanya… kopi? Inilah keajaiban Cà Phê Trứng atau Kopi Telur Vietnam. Racikannya bukan main: kuning telur ayam segar dikocok bersama gula dan kental manis hingga jadi krim yang halus dan fluffy, lalu dituang di atas seduhan kopi robusta Vietnam yang pekat. Hasilnya? Minuman yang kaya, manis, dan gurih. Bukan sekadar kopi, tapi dessert in a cup yang bikin nagih.
2. Turki: Türk Kahvesi – Ritual Suci yang Ampasnya Bisa Dibaca
Jangan harap menemukan filter atau French press di sini. Kopi Turki adalah sebuah upacara. Bubuk kopi yang sangat halus direbus berulang dalam cezve (panci kecil) bersama air dan gula (jika mau). Rahasia keunikannya ada di köpük, buih tebal yang jadi mahkota di atasnya, dan ampas kopi yang dibiarkan mengendap di cangkir. Setelah menyesapnya pelan-pelan, tradisi membaca nasib dari pola ampas kopi pun dimulai. UNESCO sudah mengakui betapa berharganya ritual ini bagi budaya Turki.
3. Austria: Einspänner – Kopi Gaya Kusir yang Elegant
Di Wina, minum kopi adalah seni. Dan Einspänner adalah ikonnya. Bayangkan segitiga sempurna: satu shot espresso kuat di dasar gelas, ditutupi lapisan krim kocok (whipped cream) yang tebal, dan diberi sentuhan terakhir berupa taburan bubuk kakao. Krim kocoknya bukan sekadar hiasan, tapi berfungsi sebagai "tutup" yang menjaga espresso tetap hangat—sesuai dengan asal-usulnya sebagai minuman para kusir kereta di tengah dinginnya Eropa. Elegan, sederhana, dan memanjakan.