Tak Ingin Ada DO, Pemda DIY Perpanjang Bantuan Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
- (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jateng – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memperpanjang bantuan biaya hidup bagi 1.296 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana alam. Kebijakan ini diambil untuk memastikan para mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus terancam putus kuliah akibat kesulitan ekonomi keluarga.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin ada satu pun mahasiswa yang terpaksa berhenti kuliah atau drop out (DO) hanya karena orang tua mereka kehilangan kemampuan finansial pascabencana.
“Prinsipnya jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim biaya hidup lagi. Jangan sampai,” ujar Sultan HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Sultan menjelaskan, perpanjangan bantuan biaya hidup ini dilakukan melalui skema pendanaan secara bertahap atau estafet antara sektor perbankan dan Pemda DIY. Pada fase awal, dukungan dana diberikan oleh lembaga perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIY.
“Skemanya estafet. Awalnya dibantu perbankan, kemudian akan disambung oleh Pemda DIY,” katanya yang dikutip dari Antara.
Dalam masa transisi tersebut, sektor perbankan menyuntikkan dana tambahan sebesar Rp500 juta. Dana itu diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama sekitar satu setengah bulan.
Setelah itu, Pemda DIY akan melanjutkan bantuan biaya hidup selama enam bulan penuh. Pemerintah berharap dalam rentang waktu tersebut, kondisi ekonomi orang tua mahasiswa di daerah terdampak bencana mulai pulih sehingga dapat kembali menopang kebutuhan anak-anak mereka.
“Nanti akan disambung dari pemda selama enam bulan, dengan harapan dalam waktu enam bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali,” ujar Sultan.
Menurut Sultan, yang terpenting saat ini adalah memastikan mahasiswa tetap menerima bantuan biaya hidup agar beban keluarga dapat berkurang dan proses perkuliahan tidak terganggu.
“Yang paling penting mahasiswa tetap menerima biaya hidup sehingga beban orang tua bisa dikurangi,” tegasnya.