Deep Learning Bakal Diterapkan di Semua Mata Pelajaran, Kemendikdasmen Siapkan Guru
- Muhammadiyah
Jateng – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkuat transformasi proses belajar mengajar melalui penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam di seluruh mata pelajaran. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi para guru agar mampu menerapkan pendekatan pembelajaran sesuai karakteristik bidang studi masing-masing.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa deep learning bukan mata pelajaran baru yang akan ditambahkan ke dalam kurikulum. Sebaliknya, pendekatan tersebut menjadi metode pembelajaran yang bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, mendorong partisipasi aktif siswa, serta memperkuat pemahaman materi.
"Semua mata pelajaran itu akan menggunakan pendekatan deep learning yang memang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing. Penerapannya memang tidak selalu sama. Itulah mengapa kami menyelenggarakan pelatihan untuk semua guru mata pelajaran," kata Mu'ti di Jakarta, Jumat (10/7/206), seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, setiap mata pelajaran memiliki karakter dan kebutuhan pembelajaran yang berbeda. Karena itu, implementasi deep learning tidak akan diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan kompetensi, materi, dan kondisi peserta didik.
Guru juga diberikan keleluasaan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang paling tepat sehingga proses belajar menjadi lebih efektif tanpa menghilangkan kekhasan masing-masing mata pelajaran.
Pelatihan Guru Disesuaikan Berdasarkan Mata Pelajaran
Untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut, Kemendikdasmen mengubah pola pelatihan melalui program Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).
Jika sebelumnya seluruh guru mengikuti pelatihan dengan materi umum, kini pelatihan dibagi berdasarkan bidang studi sehingga diskusi lebih fokus pada praktik pembelajaran di kelas.
"Jadi yang berbasis mata pelajaran, kalau sebelumnya semua berkumpul mendapatkan substansi pembelajaran mendalam, sekarang langsung implementasi di mata pelajaran masing-masing. Sehingga guru Matematika bertemu dengan guru Matematika, guru Bahasa Indonesia bertemu dengan guru Bahasa Indonesia," ujar Mu'ti.
Ia menilai pendekatan tersebut akan memudahkan guru menerapkan konsep deep learning sesuai tantangan dan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
AI dan Coding Jadi Pendukung Pembelajaran
Selain memperkuat metode pembelajaran, Kemendikdasmen juga mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan coding di lingkungan sekolah.