Ternyata Ini Aturan Minum Kopi Biar Gula Darah Stabil

Ilustrasi kopi, kopi, minuman kopi, biji kopi
Sumber :
  • (KamranAydinov/freepik)

Jateng – Minum dua cangkir kopi setiap hari berkaitan dengan metabolisme glukosa yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan tidak minum kopi sama sekali. Hal ini terungkap dari hasil studi yang dipublikasikan di Nutrients.

img_title Fakta Vs Mitos: Ternyata Ini Alasan Masyarakat Jawa Bikin Gaduh Saat Gerhana Bulan

Menurut hasil studi yang dikutip dalam siaran Eatingwell yang dikutip dari Antara, Selasa (20/1/2026), minum hingga satu cangkir kopi hitam setiap hari berkaitan signifikan dengan metabolisme glukosa yang lebih baik berdasarkan kadar penanda seperti HOMA-IR (resistensi insulin) dan insulin puasa.

"Namun, minum kopi dengan gula atau krim tidak menunjukkan manfaat yang jelas berdasarkan penanda ini, menunjukkan bahwa kopi hitam biasa mungkin memiliki beberapa efek positif pada cara tubuh memproses gula," jelas studi tersebut.

img_title Fakta Gila di Balik Gerhana Bulan Malam Ini: Nyamuk Bakal Mengamuk hingga Mood Bisa Berubah Drastis!

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan antara pria dan perempuan. Pada perempuan, minum dua cangkir kopi atau lebih setiap hari, terutama kopi hitam, dihubungkan dengan kadar penanda kesehatan yang lebih baik terkait regulasi gula darah, yang berarti kadar gula darah dan insulin mereka tampak lebih terkontrol.

"Misalnya, perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami masalah dengan resistensi insulin dan peningkatan insulin puasa dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi sama sekali. Hubungan tersebut terlihat lebih kuat dengan kopi hitam," demikian temuan studi.

img_title Bukan Cuma Fenomena Langit, 4 Mitos Gerhana Bulan Ini Bikin Merinding: Ada yang Ganti Raja Palsu!

Namun, pada pria atau individu yang menambahkan gula atau krim ke kopi mereka, manfaat semacam itu tidak diamati. Hal ini menunjukkan bahwa cara kopi dikonsumsi dan perbedaan individu, seperti jenis kelamin, dapat berperan dalam potensi efeknya terhadap kesehatan.

Studi ini juga punya beberapa batasan. "Karena studi bersifat cross-sectional, tidak dapat ditentukan apakah kebiasaan minum kopi dan metabolisme glukosa yang lebih baik punya hubungan sebab dan akibat," tulis para peneliti.

Adapun studi ini dilakukan menggunakan data hasil Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional Korea antara tahun 2019 dan 2021. Dari 22.559 orang yang disurvei selama periode ini, para peneliti menyertakan 7.453 partisipan untuk analisis utama mereka. Namun, sebagian peserta tambahan dikecualikan dalam analisis khusus yang membandingkan jenis kopi yang dikonsumsi sehingga hanya tersisa 6.613 peserta.

Halaman Selanjutnya
img_title